Selasa, 26 Juli 2011

Memori Putih Abu-Abu

Alhamdulillah.. akhirnya selesai sudah masa putih abu-abu di MAN 2 Model Banjarmasin.. itu semua tak luput dari dorongan seorang wali kelas XII BAHASA Ibu 'Ummi' yang bertindak sebagai motivator di saat kami berada di titik paling bawah.. dengan disiplin, tegas, beliau mengajarkan kami untuk belajar dengan setulus hati.. karena sesungguhnya yang di dapatkan dari belajar bukanlah nilai, tapi ilmu yang bisa di manfaatkan.  beruntung kami mendapatkan seorang pemimpin seperti beliau. tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing kami. beliau selalu mengajarkan bahwa kejujuran harus dinomor satukan.

teringat pada saat kami mengikuti hari pertama UN, yang dilakukan beliau menyemangati kami lalu pergi ke mesjid untuk mendoakan kami agar kami bisa menjawab soal dengan benar.. begitulah yang dilakukan beliau hingga kami selesai melaksanakan UN.

tidak hanya ibu Ummi, ibu Ermina juga memberikan kami inspirasi2 yang bisa membangun kepercayaan yang ada pada diri kami.. seperti halnya dengan ibu Ummi, beliau juga mengajarkan sikap disiplin, tegas, berpikir kedepan, dan menjadikan sesuatu menjadi mungkin. tantangan2 yang beliau berikan sangat memotivasi kami untuk menjadi yang terbaik.

guru selanjutnya adalah Bapa Rahmat. beliau juga meberikan arahan2 yang didasarkan pada agama. setiap kata2 beliau mengandung kata2 mutiara yang mempunyai makna yang sangat dalam. itu sebabnya aku sangat mengagumi beliau. tapi yang paling aku suka dengan beliau adalah memberikan sesuatu contoh yang tidak masuk akal namun ada sesuatu yang dipetik didalamnya. teringat pada beliau "sesungguhnya pada saat kalian mengatakan belum siap, sesungguhnya anda siap". itulah kenapa aku sangat meresa percaya diri untuk menghadapi segala masalah.

kemudian selanjutnya Bapa Taufiq. guru yang boleh saya bilang paling cool, santai, dan lembut. setiap yang diajarkan beliau alhamdulillah bisa ditangkap dengan baik. dan tak lupa juga dengan ibu Rahmi, yang sudah bekerja keras mengajarkan kami ilmu2. guru yang tidak bisa berhenti mengajar sampai anak2nya paham betul dengan apa yang di ajarkan..

nah. yang terakhir adalah ka HB dan bapa Zul, meskipun terbilang pertemuan dengan beliau2 terasa singkat,namun banyak ilmu2 bahkan pengalaman2 saat bertemu dengan mereka berdua.

merekalah yang mengajarkan kami tentang nilai kejujuran. karena kejujuran itu lebih mahal dari apapun. terima kasih atas dedkasi kalian terhadap kami. yang bisa kami berikan hanyalah sebuah keberhasilan atas tantangan2 yang kalian berikan. kalianlah guru2 terbaik diantara terbaik. Thanks 4 all.. dari XII BAHASA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar